Sebetulnya apa sih bedanya shock breaker (di luar negeri sering disebut shock absorber) dengan sistem oli dan gas?
Mana yang lebih bagus?
Mobil saya cocok yang mana?
Kenapa harus ada dua tipe ini?
Beberapa kabar burung selalu bilang kalau shock absorber tipe gas selalu kasar, kaku, berat, gak halus, dll. Bahkan ada yang bilang kalau kita pakai shock absorber tipe gas ini, suatu saat alat ini bisa meledak karena tekanan gas yang tinggi.
Sayangnya semua ini NONSENSE…
Sebelum itu…
Pengembangan shock absorber sampai pada teknologi yang menggunakan gas merupakan sebuah prestasi yang signifikan di dunia otomotif. Pada jaman sulu, shock absrober cuma punya 2 pilihan: nyaman berkendara atau gampang mengendarai mobil. Keduanya tidak bisa dicapai bersamaan menggunakan produk yang sama.
Shock absorber punya tujuan utama yaitu mengurangi gerakan berlebih kendaraan via tekanan oli. Oli ini menghasilkan ketahanan (resistance) terhadap gerakan dimana tingkat ketahanan ini dikontrol oleh katup kontrol (control valves).
Sebelum ada shock absorber tipe gas, lubang-lubang pada control valves tidak bisa diperbesar. Lubang besar pada valve membuat berkendara lebih nyaman akan goncangan; lubang kecil membuat mobil mudah dikontrol. Oleh karena itu, solusinya cuma dua: pakai valve yang keras atau lunak. Valve lunak, oli bisa mengalir dengan mudah, alhasil berkendara akan nyaman tapi susah mengontrol mobil. Di sisi lain kalau valve itu keras, oli lebih sulit mengalir, alhasil mobil mudah dikontrol tetapi akan sangat tidak nyaman berada di dalam mobil ketika berguncang.
Shock absorber tipe oli tergantung pada 2 jenis control valve: keras dan lunak
Tidak hanya itu, oli-oli di dalam shock absorber ini kemungkinan besar tercampur dengan udara, dan akhirnya membentuk busa. Para insinyur menyebutnya dengan aeration. Jika busa ini yang bekerja dan bukan oli, kekuatan redaman akan susah diprediksi: berkendara akan sangat tidak nyaman.
Oli pada shock absorber, jika sudah membentuk busa, akan membuat mobil sulit dikendarai
Perbedaan Shock Breaker Tipe Oli dan Gas
Pada prinsipnya shock absorber tipe gas adalah shock absorber tipe oli dengan desain sama, yang sudah ditambahkan dengan gas nitrogen bertekanan rendah. Gas nitrogen ini digunakan untuk mencegah masalah aeration. Dengan demikian secara keseluruhan akan lebih aman dan nyaman jika dibandingkan dengan shock tipe oli tanpa gas.
Nah, terus kenapa shock tipe gas ini terasa keras jika dibanding dengan tipe oli? Jawabannya mudah: gas nitrogen memberi dorongan kepada oli sehingga oli ini cenderung bergerak lebih cepat, sehingga mempercepat renspons terhadap medan jalanan.
Perlu kita tahu juga bahwa nitrogen bukannya propana (LPG), bukan bahan bakar. Nitrogen adalah inhibitor (zat yang tidak menghantarkan panas / peredam panas). Ini artinya nitrogen tidak akan membuat sesuatu terbakar, menjadikan shock absorber tetap dingin jika dibandingkan dengan shock absorber tipe oli. Artinya apa?
Shock absorber tipe gas akan lebih tahan lama jika dibanding dengan tipe oli.