Mobil memang berkontribusi besar terhadap kepraktisan di kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat jalan-jalan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan mudah. Kemudahan ini sering membutakan mata kita bahwa sebenarnya mobil itu merusak lingkungan. Bahan bakar minyak (BBM) yang dibakar akan menghasilkan asap polusi dimana kalau berkelanjutan banyaknya (nyatanya sudah sangat parah) akan menghancurkan bumi kita dan membuat semua makhluk hidup sulit bernapas.
Bahaya-bahaya ini sering kali samar-samar dan tidak terpikirkan karena kita pengguna mobil terlalu enjoy dengan kemewahan dan kemudahan ini. Alangkah baiknya jika setiap pengguna sadar dan mau tahu sarana alternatif lain yang ramah lingkungan, ketimbang masa bodoh dengan bumi ini.
Tetapi, bagaimana jika kamu belum mampu beli mobil listrik atau hybrid? Mari kita sama-sama belajar cara mengemudi mobil secara efisien. Jika kita semua mengemudi mobil secara efisien, kita dapat hemat BBM dan efek baiknya adalah gas-gas emisi dari mobil akan semakin sedikit. Dan yang paling penting, kita bisa hemat uang karena mobil kita hanya butuh sedikit BBM setiap bulannya.
Pada panduan kali ini, kami ingin berbagi sedikit bagaimana cara mengemudi mobil secara efisien dimana akhirnya akan menghemat BBM.
Ada banyak sekali jenis kendaraan di jalan raya. Ada yang manual ada yang matic. Ada pula yang BBM-nya bensin ada pula yang solar. Belakangan ini, beberapa mobilpun sudah dilengkapi dengan turbocharger. Dengan begitu banyaknya jenis mobil, alangkah baiknya jika kita bahas satu per satu agar lebih jelas.
Cara Berkendara yang Efektif Menurut Jenis Bahan Bakar
1. Mobil berbahan bakar bensin
Mobil keluarga sebagian besar berbahan bakar bensin, yangkemudian menjadikan mobil bensin adalah favorit orang-orang. Sebenarnya dibilang paling bagus dan efisien juga tidak. Mungkin karena mobil bensin lebih awal muncul ketimbang mobil diesel. Karena mobil bensin adalah yang terfavorit di luaran sana, penjelasan di bawah ini bakal sangat penting dan menarik.
Mesin besin adalah mesin yang cukup unik dimana mesin ini bekerja dengan prinsip dasar yang sebenarnya tidak rumit. Jika kamu paham betul prinsip-prinsip ini, kamu bisa ahli mengendarai mobil secara efisien. Mesin pembakaran dalam bekerja dengan membakar BBM (dengan bantuan udara tentunya) di dalam silinder yang kemudian menghasilkan daya mekanis untuk disalurkan ke roda. Setiap sebuah siklus putaran engkol rampung, sejumlah karbon dioksida pun terbuang ke angkasa.
Semakin dalam kamu menginjak pedal gas, semakin banyak jumlah bahan bakar yang terbakar, sehingga semakin besar polusi karbon dioksida terbuang ke angkasa.
Dengan demikian, tugas kalian adalah bagaimana mengatur injakan pedal gas. Injaklah pedal gas dengan bijaksana dalam arti jangan pamer pamer suara knalpot di jalanan! Kalau memang kalian di jalan tol dan butuh menambah kecepatan ya baru apa boleh buat. Ketika kamu di jalanan kota, injaklah pedal gas dengan stabil dan usahakan tidak mengerem secara sering. Jika memang ingin mengurangi kecepatan, injaklah pedal rem seawal mungkin.
2. Mobil berbahan bakar solar
Perbedaan mesin diesel atau solar dengan mesin bensin adalah mesin diesel tidak pakai busi untuk membakar campuran BBM-udara di dalam silinder. Melainkan, mesin ini menggunakan udara yang terkompresi (juga pada akhirnya panas) untuk menyulut terjadinya pembakaran.
Aturan utama juga sama untuk mobil solar, yaitu bijaksana dalam mengontrol injakan pedal gas. Ketika pedal gas terinjak dalam, governor akan memerintahkan fuel injector untuk menembakkan bahan bakar dengan jumlah lebih banyak. Adapula cara lain tapi sebaiknya kamu cari montir ahli untuk memrogram komputer mobil agar menyeprotkan solar lebih sedikit dari biasanya. Memang mobil kamu bakal lemas dan kurang tenaga, tapi bisa menghemat bakan bakar.
Satu cara paling ampuh yang cuma bisa dilakukan di mobil diesel adalah “engine braking-coasting”. Artinya, mobil dibiarkan berhenti secara alami tanpa rem dan tentunya tanpa peda gas, dimana mobil akan berhenti secara alami akibat gaya gesek komponen-komponen mekanis.
Cara Mengemudi Mobil secara Efisien Menurut Jenis Pernafasan Mesin
1. Mesin pernafasan alami (tanpa supercharger ataupun turbocharger)
Tipe mobil yang ini tidak punya sebuah alat untuk meningkatkan performa mesin seperli layaknya turbo atau supercharger. Pada intinya, jenis mobil yang satu ini akan lebih efisien jika dikendarai dengan prinsip yang sudah diajarkan di bagian sebelum ini.
2. Mesin pernafasan paksa (dengan supercharger ataupun turbocharger)
Turbocharger sudah banyak digunakan pada mobil mulai dari 100 tahun silam. Dengan alat yang satu ini, mesin mobil dapat menghasilkan tenaga lebih sehingga percepatan pun akan tinggi. Tidak heran jika Honda Civic RS Turbo yang baru-baru ini keluar sangatlah powerful!
Kendaraan dengan turbocharger bekerja lebih maksimal di putaran mesin tertentu. Sebagai contoh, mungkin mobil ini di 2 ribu – 3 ribu RPM tidak mengeluarkan power ekstra, tapi begitu kalian menginjak 3,500 – 4,000 RPM, turbo akan bekerja dan mobil akan menerima genjotan power. Memang power itu bagus, tapi kebanyakan power yang tidak terpakai juga pada akhirnya akan membuat mesin boros bahan bakar.
Oleh karena itu, cara mengemudi mobil secara efisien untuk mobil turbo adalah denganmengetahui dimana range turbo bekerja. Misalkan saja 4 ribu – 5 ribu RPM. Artinya kalian harus injak ringan pedal gas di bawah 4 ribu RPM. Bila perlu ganti gear tepat sebelum 4 ribu RPM. Jika memang kamu butuh jalan cepat di tol, jangan buat mesin berputar di bawah 4 ribu RPM. Aturlah pedal gas agar mesin berada di 4 ribu – 5 ribu RPM dan jangan terlalu sering injak pedal rem karena untuk memulai turbo dibutuhkan waktu (0 sampai 4 ribu RPM) dan di waktu inilah mesin paling boros BBM. Jika turbo berjalan dengan stabil, bahan bakar akan lebih hemat jika dibandingkan dengan mobil tanpa turbo yang berjalan dengan kecepatan sama.
Berdasarkan Jenis Transmisi
1. Transmisi manual
Di atas sudah dibahas beberapa jenis bahan bakar dan penyokong pernapasan mesin, dan pengaruhnya terhadap cara mengemudi yang efektif. Ternyata tidak dapat dipungkiri bahwa jenis transmisi juga merupakan faktor penentu bagaimana seseorang bisa “mengakali” cara menyetir hingga menghemat BBM. Banyak orang yang berkata bahwa manual lebih hemat daripada matic. Mungkin jaman dulu ketika mobil matic pertama keluar, hal ini benar. Tapi sekarang tidak juga demikian. Inovasi terknologi terus mengembangkan sistem transmisi matic agar semakin lama semakin hemat BBM.
Keuntungan dari jenis transmisi manual adalah sopir mobil bisa mengontrol putaran mesin seenaknya: sopir bisa memutuskan kapan ganti gigi yang berarti sopir bebas menentukan seberapa besar daya yang ingin ditransfer ke ban-ban mobil.
Seperti yang kita tahu secara teori, power dan efisiensi adalah musuh bebuyutan. Artinya jika ingin power pasti tidak hemat BBM, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, tugas kalian sebagai sopir mobil manual yang bijaksana adalah mengurangi power di ban-ban mobil yang terbuang sia-sia. Cara paling efektif adalah dengan sebisa mungkin dengan cepat mengganti ke gigi lebih tinggi (gigi 1 ke 2 misalnya). Semakin cepat kamu mencapai gigi tertinggi, semakin hemat BBM mobilmu. Beberapa sistem transmisi dimana terdapat lebih dari 5 gigi akan membuat kendaraan lebih hemat BBM. Tidak perlu dijelaskan lagi, kamu sudah pasti tahu kenapa.
Gigi 1 selalu menghasilkan torsi terbesar dan harus digunakan hanya ketika mobil sedang diam ditempat. Jika kamu berjalan dengan sangat lambat dan takut mesin mati (di mobil manual), cukup ke gigi 2 dan dijamin mobil kamu bakal lebih hemat BBM.
2. Transmisi matic
Tidak banyak yang dapat kamu lakukan di mobil matic karena yang berhak atas penggantian gigi adalah Transmission Control Module (TCM) dan kamu hanya kontributor kecil di sini. Kabar baiknya di sini yaitu peneliti transmisi terus mengembangkan bagaimana agar pindah gigi semakin halus, dan di saat yang tepat. Dengan kata lain, mobil matic modern semakin lama semakin efisien dan pengguna mobil bisa tenang.
Belum selesai, mobil-mobil matic juga ada manual persneling berupa gagang di roda setir, seperti di Honda Civic, Accord, dan Jazz. Gagal persneling ini menyediakan alasan bagi kamu untuk lebih pandai pandai berlatih mengganti gigi lebih awal.
Efisiensi pada Mobil Hybrid dan Listrik
Sangat tidak adil jika karena mobil listrik dan hybrid baru muncul belakangan, kita tidak membahas mereka. Mereka pada dasarnya sudah sangat efisien terlebih lagi mobil listrik yang tidak pakai BBM. Oops, bukan soal BBM kan ya? Soal hemat uang juga harus menjadi topik di sini. Seperti yang kalian tahu, merecharge baterai mobil juga butuh uang. Pembahasan perbandingan biaya mobil BBM dan listrik akan dibahas di lain waktu.
Mobil hybrid bekerja dengan gabungan BBM dan motor listrik. Motor listrik ini bekerja ketika mobil berada pada kecepatan rendah atau dengan kata lain ketika baru start jalan dari posisi diam. Ketika kamu menaikkan putaran mesin ke angka tertentu, barulah mobil ini memakan BBM dari tangki. Mobil ini sangat cocok buat jalanan yang sering macet seperti Jakarta atau Surabaya.