
Seal VTEC adalah komponen penting pada mesin mobil yang berfungsi menjaga tekanan oli di sistem VTEC. Komponen ini memastikan performa mesin tetap optimal, terutama saat mesin bekerja pada putaran tinggi. Jika seal VTEC bocor, tekanan oli akan berkurang, sehingga mesin tidak dapat bekerja dengan maksimal. Menjaga kondisi seal ini sangat penting untuk mencegah kerusakan serius pada mesin. Gejala awal kebocoran biasanya berupa oli yang rembes di sekitar mesin atau performa mesin yang mulai menurun.
Poin Penting
Selalu cek mesin secara rutin untuk melihat kebocoran oli. Tindakan cepat bisa mencegah kerusakan mesin lebih parah.
Jika mesin terasa lemah, cek kondisi seal VTEC. Seal bocor sering jadi penyebab utama masalah mesin.
Pakai oli yang sesuai dengan anjuran pabrik. Oli yang benar membantu pelumasan dan melindungi seal dari kerusakan.
Pastikan seal dipasang oleh teknisi yang ahli. Pemasangan yang benar mengurangi risiko bocor dan menjaga mesin tetap baik.
Rutin periksa mesin di bengkel untuk temukan masalah lebih awal. Deteksi dini bisa menghemat biaya perbaikan yang mahal.
Gejala Seal VTEC Bocor
Oli Rembes di Sekitar Mesin
Kebocoran oli di sekitar mesin menjadi tanda awal yang sering muncul saat seal VTEC mengalami kerusakan. Oli yang merembes biasanya terlihat di area sekitar seal klep atau noken as. Kondisi ini sering terjadi ketika seal sudah aus atau rusak akibat usia pemakaian.
Oli yang bocor tidak hanya mengurangi jumlah oli yang tersedia untuk melumasi komponen mesin, tetapi juga dapat masuk ke ruang bakar. Hal ini menyebabkan kualitas oli menurun dan pelumasan menjadi tidak maksimal. Jika dibiarkan, kebocoran ini berisiko menyebabkan overheating dan kerusakan serius pada mesin.
Untuk menghindari masalah ini, kamu perlu memeriksa area mesin secara rutin. Jika terlihat adanya rembesan oli, segera lakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah.
Performa Mesin Menurun
Seal VTEC yang bocor dapat memengaruhi performa mesin secara signifikan. Oli yang bocor mengurangi pelumasan pada komponen mesin, sehingga gesekan antar komponen meningkat. Akibatnya, mesin bekerja lebih keras dan menjadi kurang responsif.
Data teknis menunjukkan bahwa pelumasan yang tidak memadai akibat kebocoran seal noken as dapat menyebabkan penurunan performa mesin. Kendaraan mungkin terasa lebih lambat saat akselerasi, dan tenaga mesin tidak sekuat biasanya.
Jika kamu merasa performa mobil menurun tanpa alasan yang jelas, periksa kondisi seal VTEC. Kebocoran pada seal ini sering kali menjadi penyebab utama masalah tersebut.
Suara Mesin Tidak Normal
Suara mesin yang kasar atau tidak normal juga bisa menjadi indikasi seal VTEC bocor. Kebocoran pada seal noken as dapat mengganggu proses pembakaran di dalam mesin. Hal ini menyebabkan suara mesin menjadi lebih keras atau tidak stabil.
Suara yang tidak normal sering kali muncul akibat kebocoran kompresi yang disebabkan oleh seal noken as yang rusak. Kondisi ini membuat mesin bekerja tidak optimal dan menghasilkan suara yang mengganggu.
Jika kamu mendengar suara aneh dari mesin, jangan abaikan. Segera periksa kondisi seal VTEC dan komponen terkait untuk memastikan tidak ada kebocoran yang mengganggu kinerja mesin.
Indikator Oli Menyala di Dashboard
Lampu indikator oli yang menyala di dashboard sering kali menjadi tanda adanya masalah pada sistem pelumasan mesin. Kondisi ini menunjukkan tekanan oli tidak normal, yang dapat memengaruhi kinerja berbagai komponen mesin, termasuk seal VTEC. Jika tekanan oli terlalu rendah, pelumasan pada seal menjadi tidak optimal. Akibatnya, seal lebih rentan mengalami kerusakan atau kebocoran.
Penting untuk diingat, meskipun lampu indikator oli menyala dapat menjadi tanda awal adanya masalah, tidak ada bukti statistik yang secara langsung mengaitkan hal ini dengan kebocoran seal VTEC. Namun, mengabaikan indikator ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada mesin.
Ketika lampu indikator oli menyala, segera periksa level oli dan pastikan tidak ada kebocoran. Jika level oli normal tetapi lampu tetap menyala, bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan cepat dapat mencegah kerusakan serius pada mesin.
Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Boros
Seal VTEC yang bocor juga dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Kebocoran oli yang masuk ke ruang bakar mengurangi efisiensi pembakaran. Hal ini membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebocoran pada seal klep mobil dapat berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar. Berikut adalah beberapa poin penting terkait hal ini:
Kebocoran oli mengurangi efisiensi pembakaran di ruang mesin.
Oli yang terbakar bersama bahan bakar menghasilkan tenaga yang lebih rendah.
Mobil yang boros bahan bakar memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebabnya.
Jika kamu merasa konsumsi bahan bakar mobil meningkat tanpa alasan yang jelas, segera periksa kondisi seal VTEC. Kebocoran pada seal ini sering kali menjadi penyebab utama masalah tersebut.
Penyebab Kebocoran Seal VTEC
Usia Seal yang Sudah Tua
Seal VTEC yang sudah tua sering menjadi penyebab utama kebocoran pada mesin mobil. Material karet pada seal cenderung mengeras dan kehilangan elastisitas seiring waktu. Seal yang mengeras tidak mampu menahan tekanan oli dengan baik, sehingga oli merembes keluar.
Mobil dengan usia tua atau jarak tempuh tinggi lebih rentan mengalami masalah ini. Jika mobil kamu sudah berumur atau sering digunakan untuk perjalanan jauh, periksa kondisi seal secara berkala. Mengganti seal yang sudah tua dapat mencegah kebocoran dan menjaga performa mesin tetap optimal.
Tips: Jangan menunggu hingga seal benar-benar bocor. Lakukan penggantian seal secara preventif untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada mesin.
Suhu Mesin yang Terlalu Panas
Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat merusak seal VTEC. Material karet pada seal kehilangan elastisitas akibat overheating. Seal yang keras dan rapuh tidak mampu menahan tekanan oli, sehingga kebocoran terjadi.
Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang sistem pendinginnya tidak bekerja dengan baik. Overheating juga dapat disebabkan oleh penggunaan oli yang tidak sesuai atau kualitas oli yang buruk. Pastikan sistem pendingin mobil kamu berfungsi dengan baik untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.
Catatan: Suhu mesin yang ekstrem tidak hanya merusak seal, tetapi juga memengaruhi komponen lain pada mesin. Periksa sistem pendingin secara rutin untuk mencegah overheating.
Penggunaan Oli yang Tidak Sesuai
Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan risiko kebocoran seal VTEC. Oli yang tidak mampu melumasi mesin dengan baik akan meningkatkan gesekan antar komponen. Gesekan ini menyebabkan suhu mesin melonjak, yang pada akhirnya merusak seal.
Oli berkualitas rendah juga tidak mampu menjaga stabilitas suhu mesin. Seal menjadi keras dan kehilangan kemampuannya untuk menahan tekanan oli. Gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil kamu untuk menjaga seal tetap dalam kondisi baik.
Peringatan: Jangan tergoda menggunakan oli murah yang tidak sesuai spesifikasi. Oli berkualitas buruk dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
Pemasangan Seal yang Tidak Tepat
Pemasangan seal yang tidak tepat sering menjadi penyebab utama kebocoran pada mesin mobil. Ketika seal dipasang tanpa alat yang sesuai, celah kecil dapat terbentuk di antara seal dan noken as. Celah ini memungkinkan oli merembes keluar, meskipun seal masih dalam kondisi baru.
Kesalahan pemasangan biasanya terjadi saat penggantian seal dilakukan oleh teknisi yang kurang berpengalaman. Proses pemasangan yang terburu-buru atau tidak teliti juga meningkatkan risiko kebocoran. Seal yang tidak terpasang dengan benar tidak hanya menyebabkan oli bocor, tetapi juga dapat merusak komponen lain di sekitar mesin.
Tips: Pastikan pemasangan seal dilakukan oleh teknisi profesional. Gunakan alat khusus untuk memastikan seal terpasang dengan presisi.
Masalah | Dampak |
---|---|
Seal tidak terpasang dengan benar | Oli merembes keluar dan mengurangi tekanan oli di dalam mesin. |
Celah kecil pada seal | Pelumasan mesin menjadi tidak maksimal, meningkatkan risiko kerusakan. |
Dengan memastikan pemasangan seal dilakukan dengan benar, kamu dapat mencegah kebocoran dan menjaga performa mesin tetap optimal.
Kualitas Seal yang Kurang Baik
Seal dengan kualitas rendah sering kali menjadi penyebab kebocoran pada mesin mobil. Material yang digunakan pada seal berkualitas rendah cenderung lebih cepat aus dan kehilangan elastisitas. Seal seperti ini tidak mampu menahan tekanan oli dengan baik, sehingga oli mudah merembes keluar.
Seal berkualitas rendah biasanya ditemukan pada produk aftermarket yang tidak memiliki standar kualitas yang jelas. Meskipun harganya lebih murah, seal ini justru dapat menyebabkan kerusakan yang lebih mahal di kemudian hari.
Catatan: Seal berkualitas rendah tidak hanya meningkatkan risiko kebocoran, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan pada noken as dan komponen lainnya.
Untuk menghindari masalah ini, gunakan seal asli atau produk dengan kualitas yang sudah terjamin. Seal asli dari pabrikan biasanya dirancang khusus untuk menahan tekanan oli pada sistem VTEC. Dengan memilih seal berkualitas, kamu dapat memperpanjang umur mesin dan mengurangi risiko kebocoran.
Cara Mencegah dan Mengatasi Kebocoran Seal VTEC

Rutin Mengganti Oli Mesin
Mengganti oli mesin secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga kondisi seal VTEC tetap optimal. Oli berfungsi melumasi dan mendinginkan komponen mesin, termasuk seal. Ketika oli tidak diganti sesuai jadwal, kualitasnya menurun dan kehilangan kemampuan melumasinya. Akibatnya, suhu mesin meningkat, dan seal menjadi keras serta rentan bocor.
Tips: Ganti oli setiap 2.500-3.000 km untuk menjaga performa mesin. Penggantian oli secara rutin juga mencegah oli merembes ke krank case, yang dapat mengganggu kinerja komponen vital.
Statistik menunjukkan bahwa ketidakrutinan dalam mengganti oli meningkatkan risiko kerusakan seal kruk as. Dengan menjaga jadwal penggantian oli, kamu dapat memperpanjang umur seal dan menghindari biaya perbaikan yang mahal.
Memeriksa Sistem Pendingin Mesin
Sistem pendingin mesin berperan penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Suhu yang terlalu panas dapat merusak seal VTEC, membuatnya kehilangan elastisitas dan menyebabkan kebocoran. Pemeriksaan sistem pendingin secara teratur membantu mendeteksi kebocoran cairan pendingin atau masalah lain yang dapat menyebabkan overheating.
Mesin yang kekurangan cairan pendingin berisiko mengalami overheat. Kondisi ini tidak hanya merusak seal, tetapi juga komponen lain pada mesin.
Pastikan radiator, kipas pendingin, dan selang dalam kondisi baik. Dengan menjaga sistem pendingin berfungsi optimal, kamu dapat mencegah kerusakan akibat suhu ekstrem.
Menggunakan Oli Berkualitas dan Sesuai Spesifikasi
Oli berkualitas tinggi memberikan pelumasan optimal dan menjaga suhu mesin tetap stabil. Oli yang sesuai spesifikasi mencegah seal menjadi keras dan bocor. Sebaliknya, oli murah atau tidak sesuai spesifikasi meningkatkan gesekan antar komponen, yang menyebabkan suhu mesin melonjak dan merusak seal.
Gunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil. Ganti oli secara rutin untuk menjaga mesin tetap dingin dan mencegah kerusakan pada seal.
Dengan memilih oli berkualitas, kamu tidak hanya melindungi seal VTEC, tetapi juga meningkatkan efisiensi mesin secara keseluruhan.
Memastikan Pemasangan Seal Dilakukan dengan Benar
Pemasangan seal yang benar sangat penting untuk mencegah kebocoran oli pada mesin mobil. Kesalahan pemasangan, seperti seal yang tidak rata atau terlalu ketat, dapat menyebabkan deformasi pada seal ring. Akibatnya, seal kehilangan efektivitasnya dalam menahan tekanan oli. Pastikan pemasangan dilakukan sesuai pedoman pabrikan untuk menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Tips: Gunakan alat khusus saat memasang seal untuk memastikan hasil yang presisi. Hindari pemasangan secara manual tanpa alat yang sesuai.
Jika kamu tidak yakin dengan proses pemasangan, serahkan pekerjaan ini kepada teknisi profesional. Mereka memiliki pengalaman dan alat yang diperlukan untuk memastikan seal terpasang dengan benar. Dengan pemasangan yang tepat, risiko kebocoran dapat diminimalkan, dan performa mesin tetap terjaga.
Melakukan Pemeriksaan Rutin di Bengkel
Pemeriksaan rutin di bengkel membantu mendeteksi masalah pada seal VTEC sejak dini. Seal yang mulai rusak dapat diganti sebelum menyebabkan kebocoran yang lebih serius. Berikut beberapa manfaat pemeriksaan berkala:
Pemeriksaan setiap 6 bulan sekali atau sesuai rekomendasi pabrikan menjaga kondisi seal tetap optimal.
Mekanik ahli dapat memeriksa seal noken as dan komponen mesin lainnya untuk mencegah kerusakan serius.
Deteksi dini masalah mengurangi risiko biaya perbaikan yang mahal.
Catatan: Jangan menunda pemeriksaan rutin. Kerusakan kecil yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi masalah besar.
Memesan Spare Part Berkualitas di Bravo Motor
Keunggulan Bravo Motor sebagai Pusat Spare Part Honda
Bravo Motor adalah pusat spare part Honda terpercaya dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Mereka menyediakan berbagai jenis spare part, baik original maupun aftermarket berkualitas tinggi. Spare part yang tersedia di Bravo Motor dirancang untuk menjaga performa mesin mobil tetap optimal.
Spare Part | Kualitas | Rekomendasi |
---|---|---|
53010-TG2-003 | Setara dengan komponen asli | Direkomendasikan oleh mekanik |
Hindari membeli spare part dari sumber yang tidak terpercaya. Spare part berkualitas rendah dapat mengganggu performa mobil dan merusak komponen lainnya.
Cara Memesan Spare Part di bravomotor.id
Memesan spare part di bravomotor.id sangat mudah. Kamu hanya perlu mencari barang seperti di marketplace lainnya. Sistem pencarian mereka canggih dan mendukung berbagai sinonim. Jika ada pertanyaan, kamu bisa langsung menghubungi tim Bravo Motor melalui WhatsApp atau email.
Tips: Pastikan kamu memesan spare part sesuai spesifikasi mobil untuk hasil terbaik.
Layanan Pengiriman Cepat ke Seluruh Indonesia
Bravo Motor melayani pengiriman spare part ke seluruh Indonesia dengan cepat. Walaupun berbasis di Surabaya, mereka memastikan barang sampai tepat waktu. Bravo Motor juga melayani ekspor ke luar negeri dengan tarif pengiriman terbaik. Dengan layanan ini, kamu tidak perlu khawatir soal ketersediaan spare part, di mana pun lokasimu.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Mengabaikan Tanda-Tanda Awal Kebocoran
Mengabaikan tanda-tanda awal kebocoran pada seal VTEC dapat mempercepat kerusakan mesin. Kebocoran kecil yang tidak segera ditangani akan mengurangi jumlah oli yang tersedia untuk melumasi komponen mesin. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat, dan risiko overheating menjadi lebih besar.
Catatan Penting: Pelumasan yang tidak memadai dapat menyebabkan komponen seperti camshaft dan rocker arm cepat aus. Kerusakan ini sering kali membutuhkan biaya perbaikan yang mahal.
Beberapa dampak buruk dari mengabaikan kebocoran awal:
Komponen mesin lebih cepat aus.
Risiko overheating meningkat.
Kerusakan dapat merembet ke komponen lain.
Penting untuk segera memeriksa mesin jika terlihat tanda-tanda seperti oli rembes atau suara mesin yang tidak normal. Tindakan cepat dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
Menggunakan Oli yang Tidak Sesuai Spesifikasi
Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi meningkatkan risiko kerusakan pada seal VTEC. Oli yang tidak mampu melumasi dengan baik akan meningkatkan gesekan antar komponen. Gesekan ini menyebabkan suhu mesin naik, yang membuat seal menjadi keras dan rentan bocor.
Tips: Gunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil. Oli berkualitas tinggi menjaga suhu mesin tetap stabil dan melindungi seal dari kerusakan.
Beberapa masalah yang dapat terjadi akibat oli yang tidak sesuai:
Gesekan antar komponen meningkat.
Suhu mesin melonjak, merusak seal.
Seal kehilangan elastisitas dan mudah bocor.
Dengan memilih oli yang tepat, kamu dapat menjaga performa mesin dan memperpanjang umur seal.
Tidak Melakukan Perawatan Rutin
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kondisi seal VTEC tetap optimal. Seal yang tidak diperiksa secara berkala lebih rentan mengalami kebocoran. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini, sehingga kerusakan serius dapat dicegah.
Fakta: Seal yang rusak dapat menyebabkan konsumsi oli berlebihan dan risiko overheating.
Kesalahan umum yang sering terjadi:
Tidak mengganti oli sesuai jadwal.
Mengabaikan pemeriksaan sistem pendingin.
Tidak memeriksa kondisi seal secara berkala.
Lakukan perawatan rutin di bengkel terpercaya untuk memastikan semua komponen mesin, termasuk seal, dalam kondisi baik. Langkah ini akan menghemat biaya perbaikan di masa depan.
Memasang Seal Tanpa Bantuan Profesional
Memasang seal VTEC tanpa bantuan profesional sering kali menjadi penyebab utama kebocoran oli pada mesin mobil. Proses pemasangan yang tidak tepat dapat merusak seal, bahkan jika seal tersebut masih baru. Banyak orang mencoba mengganti seal sendiri untuk menghemat biaya, tetapi tanpa alat yang sesuai, hasilnya sering kali tidak maksimal.
Tips: Gunakan alat khusus untuk memastikan seal terpasang dengan presisi. Hindari pemasangan manual tanpa alat yang memadai.
Beberapa risiko yang sering terjadi saat pemasangan seal dilakukan tanpa bantuan profesional:
Seal noken as tidak terpasang dengan benar, sehingga oli merembes keluar.
Tekanan yang tidak merata saat pemasangan merusak struktur seal.
Seal menjadi tidak efektif dalam menahan tekanan oli.
Kesalahan kecil saat pemasangan dapat menyebabkan kebocoran besar di kemudian hari. Seal yang tidak terpasang dengan benar juga dapat memengaruhi komponen lain di sekitar mesin. Untuk mencegah hal ini, selalu percayakan pemasangan seal kepada teknisi yang berpengalaman. Mereka memiliki alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk memastikan seal terpasang dengan benar.
Membeli Spare Part dari Sumber yang Tidak Terpercaya
Membeli spare part dari sumber yang tidak terpercaya dapat berdampak buruk pada performa mesin mobil. Spare part palsu sering kali terlihat mirip dengan yang asli, tetapi kualitasnya jauh berbeda. Material yang digunakan biasanya berkualitas rendah, sehingga tidak tahan lama dan dapat merusak komponen lain pada mesin.
Catatan Penting: Hindari tergoda oleh harga murah. Spare part berkualitas rendah dapat menyebabkan kerusakan yang lebih mahal di kemudian hari.
Berikut adalah beberapa dampak negatif dari penggunaan spare part palsu:
Spare part palsu tidak memiliki standar kualitas yang sama dengan spare part asli.
Material berkualitas rendah dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin lainnya.
Performa mobil terganggu, dan risiko kerusakan mesin meningkat.
Bengkel yang menawarkan spare part dengan harga terlalu murah sering kali tidak memberikan jaminan kualitas. Spare part yang tidak sesuai standar dapat mengganggu kinerja mobil dan mempercepat kerusakan komponen vital. Untuk memastikan kualitas, belilah spare part dari sumber terpercaya seperti Bravo Motor. Mereka menyediakan spare part asli dengan kualitas terjamin, sehingga kamu tidak perlu khawatir tentang keaslian dan daya tahan produk.
Mengetahui gejala, penyebab, dan cara mencegah kebocoran seal VTEC sangat penting untuk menjaga performa mesin mobil. Perawatan rutin seperti pemeriksaan berkala dan penggantian oli secara teratur dapat mencegah kebocoran pada paking klep mobil.
Fakta Penting: Kebocoran seal noken as dapat mengurangi volume oli mesin, meningkatkan gesekan antar komponen, dan mempercepat kerusakan mesin. Tindakan cepat sangat dianjurkan untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Jika kamu membutuhkan spare part berkualitas, Bravo Motor adalah solusi terpercaya. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, mereka menyediakan spare part Honda original yang dapat dipesan melalui bravomotor.id. 🚗
FAQ
Apa yang Terjadi Jika Seal VTEC Bocor Tidak Segera Diperbaiki?
Seal VTEC yang bocor dapat menyebabkan oli berkurang drastis. Mesin akan kekurangan pelumasan, sehingga komponen cepat aus. Jika dibiarkan, kerusakan serius seperti overheating atau bahkan mesin mati total bisa terjadi. Segera perbaiki untuk mencegah biaya perbaikan yang lebih mahal.
Bagaimana Cara Memastikan Seal VTEC yang Dibeli Asli?
Seal asli biasanya hanya tersedia di distributor resmi seperti Bravo Motor. Hindari membeli dari sumber tidak terpercaya. Produk asli memiliki kualitas material yang lebih baik dan dirancang sesuai spesifikasi pabrikan. Jika ragu, tanyakan langsung kepada tim Bravo Motor melalui WhatsApp atau email.
Berapa Lama Umur Pakai Seal VTEC?
Umur pakai seal VTEC tergantung pada pemakaian dan perawatan mobil. Biasanya, seal dapat bertahan hingga 5 tahun atau lebih. Namun, periksa secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan lebih awal. Penggantian preventif lebih baik daripada menunggu seal benar-benar bocor.
Apakah Oli yang Digunakan Berpengaruh pada Seal VTEC?
Ya, oli sangat memengaruhi kondisi seal. Oli berkualitas rendah atau tidak sesuai spesifikasi dapat membuat seal keras dan mudah bocor. Gunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk menjaga elastisitas seal dan mencegah kebocoran.
Apakah Bravo Motor Menyediakan Spare Part untuk Semua Model Honda?
Bravo Motor menyediakan spare part untuk berbagai model Honda, baik yang lama maupun terbaru. Spare part tersedia dalam versi original dan aftermarket berkualitas tinggi. Kamu bisa memesan langsung melalui bravomotor.id dengan proses yang mudah dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.